NAMA : Riska Indriani
KELAS : 3EA15
NPM : 19210951
BAGAIMANA PERILAKU KONSUMEN BISA MEMBANTU KEBERHASILAN PENJUALAN SEBUAH PRODUK?
Pertama,
Konsumen sebagai titik sentral perhatian pemasaran. Misalnya saja
ketika pemasar sebagian kecil saja dari suatu populasi, dan dengan
karakteristik yang khusus, maka upaya-upaya pemasaran produk bisa
diarahkan dan difokuskan pada kelompok tersebut.
Kedua,
perkembangan perdagangan pasa saat ini menunjukkan bahwa lebih banyak
produk yang ditawarkan daripada permintaan. Kelebihan penawaran ini
menyebabkan banyak produk yang tidak terjual atau tidak dikonsumsi oleh
konsumen. Kelebihan penawawan tersebut bisa disebabkan oleh faktor
seperti kualitas barang tidak layak, tidak memenuhi keinginan dan
kebutuhan konsumen, atau mungkin juga karena konsumen tidak mengetahui
keberadaan produk tersebut.
Selain
dua alasan diatas, mempelajari perilaku konsumen dan proses konsumsi
yang dilakukan oleh konsumen memberikan beberapa mamfaat. Mowen (1995)
mengemukakan mamfaat yang bisa diperoleh sebagai berikut:
1. Membantu para manajer dalam pengambilan keputusan.
2. Memberikan pengetahuan kepada para peneliti pemasaran dengan dasar pengetahuan analisis konsumen.
3.
Membantu legislator dan regulator dalam menciptakan hukum dan peraturan
yang berkaitan dengan pembelian dan penjualan barang dan jasa.
4. Membantu konsumen dalam pembuatan keputusan pembelian yang lebih baik.
Perilaku
konsumen dalam memilih dan membeli tidak lepas dari produk yang akan
dibeli. Produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen
untuk diperhatikan, diminta, dicari, digunakan, atau dikonsumsi pasar
sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutan.
Secara
konseptual, produk adalah pemahaman subjektif dari produsen atas
sesuatu untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemenuhan kebutuhan dan
keinginan konsumen, sesuai dengan kompotensi dan kapasitas organisasi
serta daya beli pasar. Selain itu produk dapat pula didefenisikan sebagai persepsi konsumen yang dijabarkan oleh produsen melalui hasil produksinya.
Devinisi perilaku konsumen
Schiffman dan kanuk (1994)mendevinisikan prilaku konsumen sebagai
berikut Perilaku konsumen diratikan sebagai perilaku yang di perlihat
kan konsumen dalam mencari ,membeli ,mengunakan ,mengefaluasi dan meng
habiskan produk dan jasa yang mereka harapkan akan memuasakan
kebutuhan mereka .
Dalam mengenal konsumen kita perlu mempelajari perilaku konsumen sebagai perwujudan dari seluruh aktivitas jiwa manusia itu sendiri.
Suatu metode didefinisikan sebagai suatu wakil realitias yang di sederhanakan. Model perilaku konsumen dafat didefinisikan sebagai suatu sekema atau kerangka kerja yang di sederhanakan untuk menggambarkan aktiviras-aktiviras konsumen.
Model perilaku konsumen dapat pula di artikan sebagai kerangka kerja atau suatu yang mewakili apa yang di yakinkan konsumen dalam mengambil keputusan membeli.
Adapun yang mempengaruhi factor-faktor perilaku konsumen yaitu :
Kekuatan sosial budaya terdiri dari faktor budaya, tingkat sosial, klompok anutan (small referebce grups), dan keluarga.
Sedangkan kekuatan pisikologis terdiri dari pengalaman belajar, kepribadian, sikap dan keyakinan.
Sedangkan tujuan dan fungsi modal perilaku konsumen sangat bermanfaat dan mempermudah dalam mempelajari apa yang telah diketahui mengenai perilaku konsumen.
Menganalisis perilaku konsumen akan lebih mendalam dan berhasil apa bila kita dapat memahami aspek-aspek pisikologis manusia secara keseluruhan. Kemampuan dalam menganalisis perilaku konsumen berarti keberhasilan dalam menyalami jiwa konsumen dalam memenuhi kebutuhannya.
Dengan demikian berarti pula keberhasilan pengusaha, ahli pemasaran, pimpinan toko dan pramuniaga dalam memasarkan suatu produk yang membawa kepuasan kepada konsumen dan diri pribadinya.
Adapun yang mempengaruhi factor-faktor perilaku konsumen yaitu : Kekuatan sosial budaya terdiri dari faktor budaya, tingkat sosial, klompok anutan (small referebce grups), dan keluarga.
Sedangkan kekuatan pisikologis terdiri dari pengalaman belajar, kepribadian, sikap dan keyakinan. Sedangkan tujuan dan fungsi modal perilaku konsumen sangat bermanfaat dan mempermudah dalam mempelajari apa yang telah diketahui mengenai perilaku konsumen.
Menganalisis perilaku konsumen akan lebih mendalam dan berhasil apa bila kita dapat memahami aspek-aspek pisikologis manusia secara keseluruhan. Kemampuan dalam menganalisis perilaku konsumen berarti keberhasilan dalam menyalami jiwa konsumen dalam memenuhi kebutuhannya.
Dengan demikian berarti pula keberhasilan pengusaha, ahli pemasaran, pimpinan toko dan pramuniaga dalam memasarkan suatu produk yang membawa kepuasan kepada konsumen dan diri pribadinya.
Ada tiga variable dalam mempelajari perilaku konsumen, yaitu variable stimulus, variable respond an variable antara.
1. Variable stimulus
Vaariabel stimulus merupakan variable yang berada di luar diri
individu (factor eksternal yang sangat berpengaruh dalam proses
pembelian. Contoh : merek dan jenis barang, iklan, penataan barang, dan
ruang toko.
2. Variablel respons
Variable respon merupakan hasil aktivita individu sebagai reaksi dan
variable setimulus stimulus. Variable respons sangat berpergantung pada
factor indifidu dan kekuatan stimulus. Contoh:keputusan membeli, pemberi
penilaian terhadap barang, perubahan sikap terhadap suatu produk.
3. Variable intervening
Variabel I intervening adalah variable atara stimulus dan respons.
Variabel ini merupakan variabel internal individu ,termasuk motif motif
membeli ,sikap terhadap suatu peristiwa ,dan persepsi terhadap suatu
barang .peranan variable intervening adalah untuk memotifasikan respons.
Variable lain dalam mempelajari konsumen adalah variable observable
yaitu pendekatan kotak dapatkan input –input stimulus pada kotak hitam
,dan output respons tertentu sebagai reaksi nya,tetapi kit adapt melihat
variable intervening yang berhibungan dengan input dan output.
Ada tiga factor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen. Yaitu :
(1). Konsumen Individu
a. Kebutuhan konsumen,
b. Persepsi atas karakteristik merek,
c. Sikap kearah pilihan. Sebagai tambahan, pilihan merek
dipengaruhi oleh demografi konsumen, gaya hidup, dan karakteristik
personalia.
(2). Pengaruh Lingkungan
Lingkungan pembelian konsumen ditunjukkan oleh
a. Budaya (Norma kemasyarakatan, pengaruh kedaerahan atau kesukuan),
b. Kelas sosial (keluasan grup sosial ekonomi atas harta milik konsumen),
c. Grup tata muka (teman, anggota keluarga, dan grup referensi)
d. Faktor menentukan yang situasional ( situasi dimana produk
dibeli seperti keluarga yang menggunakan mobil dan kalangan usaha).
(3). Marketing strategy
Merupakan variabel dimana pemasar mengendalikan usahanya dalam
memberitahu dan mempengaruhi konsumen. Variabel-variabelnya adalah
a. Barang,
b. Harga,
c. Periklanan
d. Distribusi yang mendorong konsumen dalam proses pengambilan
keputusan. Pemasar harus mengumpulkan informasi dari konsumen untuk
evaluasi kesempatan utama pemasaran dalam pengembangan pemasaran.
contoh iklan menurut teori perilaku konsumen :
Kepribadian Patuh :
Iklan CDC ini memberi ilustrasi sang ayah dan ibu yang
menggendong anaknya, dimana jika orang tua sayang kepada anaknya, mereka
akan memberi imunisasi dan vaksinasi kepada anaknya sejak umur 2 tahun.
Iklan yang diperuntukkan orang2 berkepribadian patuh biasanya hubungan
orang tua dan anak dan mengangkat tema kasih sayang.